Haflah At-Takhrij Pondok Pesantren Darussalam

25/05/2017 | 2.565 kali
Kegiatan

Haflah At-Takhrij Pondok Pesantren Darussalam


Sebanyak 53 santriwan santriwati kelas 6 (Kelas XII) Pondok Pesantren Darussalam mengikuti Haflah At-Takhirij Wisuda Santri di Pondok Pesantren Darussalam Kampung Narunggul Desa Tanjungpura Kecamatan Rajapolah Kabupaten Tasikmalaya pada hari Ahad tanggal 21 Mei 2017.

Wisuda angkatan ke-6 tersebut dihadiri oleh Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor Ponorogo yang diwakili oleh Direktur KMI KH. Masyhudi Subari, MA dan Gubernur Jawa Barat yan diwakili oleh Badan Koordinasi Pemerintahan dan Pembangunan (BKPP) Wilayah V Jawa Barat serta perwakilan dari Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Barat.

Pimpinan Pondok Pesantren Darussalam KH. Ahmad Deni Rustandi, M. Ag mengatakan, sebanyak 53 santri yang diwisuda terdiri dari 17 laki-laki dan 36 perempuan. “Mereka yang diwisuda mondok selama empat dan enam tahun di Darussalam, dan merupakan angkatan ke enam”.

Nilai akademik dan non-akademik lulusan angkatan ke-6 ini sangat bagus. Diharapkan setelah lulus, mereka mampu memanfaatkan ilmu yang didapatkan untuk membantu orang banyak. “Semoga mereka siap untuk memanfaatkan ilmunya dan survive untuk kembali ke masyarakat,” ungkap beliau.

Lulusan dari Darussalam memiliki keinginan yang berbeda-beda dalam merintis masa depannya. Ada yang melanjutkan ke perguruan tinggi, mengelola lembaga atau pesantren, meneruskan Tahfidz Al-Qur’an dan ada yang mengabdi di Darussalam atau pesantren lainnya.

Direktur Kulliyyatul Mu’allimin al-Islamiyyah (KMI) Pondok Modern Darussalam Gontor Ponorogo KH. Masyhudi Subari, MA berharap para santri yang diwisuda dapat memanfaatkan keilmuannya. Ilmu yang didapatkan adalah kunci untuk membuka cakrawala dunia keislaman dan kebudayaan. “Sehingga dengan demikian misi daripada pondomm secara umum untuk kemasyarakatan, keislaman dan keilmuan itu bisa mencapai sasarannya,” paparnya.

Kepala Pelayanan Sosial (Yansos) BKPP Wilayah V Jawa Barat Tito Sumatwanto, S. Pd., SIP., M. Si menyampaikan bahwa Pondok Pesantren merupakan benteng generasi milenial dari derasnya arus informasi. Dalam waktu tiga tahun ke depan Indonesia akan mendapatkan bonus demografi yaitu 70 % penduduk pada usia produktif angkatan kerja 15-64 tahun. Bonus demografi ini hanya terjadi satu kali dalam perjalanan sebuah bangsa. “Maka diharapkan alumni Darussalam menjadi wirausahawan serta senantiasa bergerak dan terus berjuang,” ujar Tito.

Salah seorang santri kelas 6 (Kelas XII) Pondok Pesantren Darussalam Muhammad Ibrahim (18) menuturkan ilmu yang didapat selama di Darussalam  akan diamalkan untuk masyarakat. Adapun setelah lulus, dirinya akan ikut seleksi beasiswa ke Perguruan Tinggi di Madinah. “ Kalau tidak lulus dilanjutkan ke Universitas Darussalam Gontor,” inginnya.


Share:
Berita & Artikel Lainnya

Musabaqoh Akbar

Musabaqoh Akbar Darussalam.tasik.or.id – Acara Musabaqoh Akbar adalah sebuah ajang untuk ...

Safari Dakwah Literasi Santri

 Safari Dakwah Literasi Santri Darussalam.tasik.or.id-Safari Dakwah Literasi Santri dilaksanakan di beberapa ...