Guru Pondok Pesantren Darussalam Rajapolah Tasikmalaya Ikuti Diklat PPIH Arab Saudi 1447 H/2026 M

15/02/2026 | 17 kali
Kegiatan

Guru Pondok Pesantren Darussalam Rajapolah Tasikmalaya Ikuti Diklat PPIH Arab Saudi 1447 H/ 2026 M.

 

 

(Tasikmalaya, 12 Februari 2026) – Ustadzah Fitri Masturoh, guru Bahasa Arab Pondok Pesantren Darussalam Rajapolah Tasikmalaya, mengikuti Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Tahun 1447 H/2026 M yang diselenggarakan oleh Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia.

Diklat berlangsung selama 30 hari, mulai 10 Januari hingga 11 Februari 2026, dengan rincian 20 hari luring di Asrama Haji Pondok Gede dan 10 hari daring. Dari sekitar 15.000 pendaftar di seluruh Indonesia, kurang lebih 1.600 peserta yag mengikuti Diklat, diantaranya setelah melalui tahapan seleksi administrasi, tes CAT, dan wawancara mendalam. Peserta DIklat terdiri berbagai latar belakang profesi seperti kiai, ustadz, dosen, guru, TNI/Polri, tenaga medis, dan profesional lainnya. Selama pelatihan, seluruh atribut jabatan ditanggalkan dan peserta dibagi ke dalam kompi serta pleton yang dibimbing langsung oleh fasilitator dari unsur TNI dan Polri.

Sejak hari pertama, peserta melakukan registrasi ulang, penyerahan berkas, pre-test, serta wawancara Bahasa Arab, dilanjutkan penempatan hotel dan pembukaan resmi oleh Menteri Haji dan Umrah beserta jajaran.

 

Kegiatan ini melatih serba disiplin dan kekompakkan, seperti makan antri dan terpimpin, adanya Senam pagi, Apel Pagi dan Apel malam, kemana-mana harus berbaris dan bersamaan, seperti ke majid, ke gedung untuk mengikuti kelas, dan lainya.

Pekan pertama difokuskan pada pembinaan fisik dan latihan baris-berbaris dengan pola semi-militer, diselingi materi kelas besar seperti tujuan diklat, tugas dan fungsi petugas haji, fikih haji dan umrah bagi petugas, kelembagaan Kementerian Haji dan Umrah, aplikasi Nusuk, psikologi petugas haji, serta layanan ramah lansia dan perempuan. Setiap malam juga diisi dengan pendalaman Bahasa Arab.

Pekan kedua difokuskan pada pendalaman tugas dan fungsi (tusi) yang meliputi Leadership dan Manajerial (Kasektor dan Sekretaris), Layanan Akomodasi, Konsumsi, Transportasi, Perlindungan Jamaah, Kedatangan dan Keberangkatan, Siskohat, Kesekretariatan, Pengawasan Haji Khusus, Media Center Haji, Bimbingan Ibadah, Layanan Lansia dan Disabilitas, serta PKP3JH.

Pada pekan berikutnya, peserta mengikuti kelas Daerah Kerja (Daker) yang mencakup perencanaan, pelaporan, penilaian kinerja, simulasi aplikasi pelaporan, hingga gladi posko yang melibatkan Daker Makkah, Madinah, dan Bandara.

Dalam penugasan tersebut, Ustadzah Fitri diamanahi pada Daker Makkah dengan tusi yang dipilih sejak awal yaitu layanan jamaah haji lansia dan disabilitas.

 

Selama diklat, ia berkesempatan berdiskusi langsung dengan para pemateri yang terdiri dari menteri, tokoh nasional, dan profesi lainnya yang sangat berkompeten. Seperti Ibu Arifatul Choiri Fauzi Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Tokoh Nasional seperti Hj. Alissa Wahid, Laksamana Pertama TNI Harun Arrasyid, serta pemateri-pemateri hebat lainnya yang sudah disiapkan Kemenhaj.  Diskusi tersebut diantaranya membahas penguatan pelayanan jamaah, Haji Ramah Lansia, Disanilitas dan Perempuan, Moderasi Manasik Haji, tantangan sosial-keagamaan penyelenggaraan ibadah haji, dan yang lainnya.

Pada salah satu sesi di SG 2 Asrama Haji Pondok Gede yaitu saat pembelajaran bahasa Arab,  Ustadzah Fitri yang juga merupakan alumni S2 Pendidikan Bahasa Arab Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor ini berkesempatan memimpin kegiatan ilqo' mufrad?t (penyampaian kosakata Bahasa Arab) di hadapan sekitar 1.600 peserta diklat sera berkesempatan memimpin menyanyi lagu Qolbi fil madinah.

Hari-hari terkahir seluruh peserta Diklat dibagikan perlengkapan dan atribut seperti koper, kain inram, mukena, tas, kain seragam petugas, dan yang lainnya. Kegiatan Diklat luring ditutup di lapangan Galaxy Markas Komando Daerah Operasi Udara 1,    Halim Perdanakusuma, kemudian dilanjutkan secara daring pada 2–11 Februari 2026 yang meliputi laporan pendidikan jasmani, pendalaman Bahasa Arab, wawasan kebangsaan, adat dan budaya Arab Saudi, moderasi manasik haji, fikih haji bagi petugas, serta evaluasi akhir melalui post-test yang tetap harus ada pelaporan/absen serta adanya pemantauan secara online.

Ustadzah Fitri menyampaikan bahwa pengalaman mengikuti diklat ini menjadi proses pembelajaran yang berharga dalam mempersiapkan diri memberikan pelayanan terbaik bagi jamaah.

“Diklat ini membentuk kesiapan fisik, mental, dan profesionalisme pelayanan. Semoga amanah ini dapat dijalankan dengan penuh tanggung jawab,” ujarnya.

Keberangkatan petugas dan jamaah haji tahun 1447 H/2026 M diperkirakan dimulai pada akhir April mendatang.


Share:
Berita & Artikel Lainnya